https://www.journal.manpati2.sch.id/index.php/jeldev/issue/feed Journal of Education and Learning Development 2023-01-05T15:40:01+00:00 Safrudin safrudin@manpati2.sch.id Open Journal Systems <p>Journal of Education and Learning Development (JELDEV) with e-ISSN 2962-9004 publishes original articles on the latest issues in education including curriculum, instruction, learning, policy, and assessment with the main purpose is to elevate knowledge of education theories and practices. This journal is published by <em>Tim Pengembangan Mutu Pendidikan</em> of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati Central Java Indonesia. JELDEV publishes twice a year in February and August. <br />Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pati as research based school always encourages students, teachers and researchers to contribute continuously in strengthening education quality in Indonesia through a wide range of researches</p> https://www.journal.manpati2.sch.id/index.php/jeldev/article/view/1 MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 2022-11-28T15:37:24+00:00 Ahmad Subkhan fachrie@manpati2.sch.id <p>Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyatakan bahwa sikap moderasi beragama menjadi formula ampuh dalam merespons dinamika zaman di tengah maraknya intoleransi, ektremisme dan fanatisme berlebihan yang bisa mencabik kerukunan umat beragama di Indonesia (<a href="https://www.republika.co.id/">https://www.republika.co.id</a>). Hasil kajian Kementerian Agama menyebutkan bahwa maraknya intoleransi disebabkan oleh pengamalan ajaran agama baru sebatas penekanan formalitas, belum menyentuh nilai-nilai esensial. Di antara nilai esensial itu misalnya agama tidak semata untuk Tuhan, namun juga untuk manusia itu sendiri. Bahwa Tuhan menurunkan agama melalui Nabi adalah untuk menjaga harkat dan martabat manusia yang harus kita lindungi sesuai dengan konteks kemanusaian (<a href="https://edukasi.kompas.com/">https://edukasi.kompas.com</a>)</p> 2023-01-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Education and Learning Development https://www.journal.manpati2.sch.id/index.php/jeldev/article/view/6 IMPLIKASI EPISTEMOLOGI PRAGMATISME JOHN DEWEY DALAM PENDIDIKAN 2022-11-29T01:51:40+00:00 Arwani fachrie@manpati2.sch.id <p><em>P</em><em>ragmatisme </em><em>bagi Dewey </em><em>merupakan filsafat bertindak. Dalam menghadapi berbagai persoalan</em><em>, </em><em>pragmatisme selalu mempertanyakan bagaimana konsekuensi praktisnya. Dalam rangka itulah, kaum pragmatis tidak mau bertele-tele, melainkan langsung mencari tindakan yang tepat untuk dijalankan dalam situasi yang tepat pula. </em></p> <p><em>Dari skema proses berfikir untuk memperoleh pengetahun tersebut, dapat dilihat bahwa pengalaman merupakan unsur yang sangat penting dalam membentuk sebuah pengetahuan</em><em>.</em> <em>Berfilsafat harus berpijak pada pengalaman yang kemudian diolah secara aktif-kritis guna melahirkan suatu hal yang berdaya guna yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan mereka.</em></p> <p><em>Dalam perspektif pragmatism, </em><em>pendidikan </em><em>sebaiknya memperhatikan dua hal. </em><em>Pertama</em><em>, metode pendidikan yang menanamkan suatu disiplin tetapi bukan otoritas. Metode pengajaran dengan disiplin berarti seseorang mengarahkan pelajaran dengan disiplin, misalnya dengan cara (1) menghilangkan semua hal yang bersifat memaksa; guru harus membangkitkan semangat anak didik sehingga muncul kekuatan internal untuk belajar mencapai “mastery” ketuntasan, (2) agar dapat muncul minat pada anak didik, guru harus intim dengan kecakapan dan minat yang dimiliki oleh setiap murid (3) guru harus menciptakan suasana kelas yang asyik sehingga setiap peserta didik turut bepartisipasi dalam proses belajar.</em></p> <p><em>Kedua</em><em>, kurikulum. Kurikulum harus sesuai dengan minat dan bakat pada peserta didik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Sehingga semua mata pelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan.</em></p> 2023-01-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Education and Learning Development https://www.journal.manpati2.sch.id/index.php/jeldev/article/view/2 LITERASI SEBAGAI BUDAYA MEMBACA DI MADRASAH 2022-11-28T15:41:46+00:00 Sarmidi fachrie@manpati2.sch.id <p><em>Literasi madrasah/MTs menjadi sangat penting untuk mengembangkan potensi – sikap, pengetahuan, dan keterampilan para peserta didik. Urgensinya adalah tidak sekedar kegiatan membaca dan menulis, akan tetapi terkait dengan pembentukan sikap sosial – kooperatif dan kompetitif, bahkan sampai dengan cara berfikir kreatif, inovatif, kritis, dan, analitis yang nanti dibutuhkan peserta didik di era global dan digital. Oleh sebab itu, madrasah/ MTs dituntut untuk melaksanakan program literasi sesuai dengan kondisi masing-masing madrasah. Literasi di madrasah/MTs harus dilengkapi dengan pemahaman akan pengertian, tujuan, prinsip, ruang lingkup, dan jenis literasi.</em></p> 2023-01-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Education and Learning Development https://www.journal.manpati2.sch.id/index.php/jeldev/article/view/5 KONSEP SUPERVISI PENDIDIKAN SEBAGAI TINDAKAN MORAL 2022-11-29T01:50:04+00:00 Suyanto fachrie@manpati2.sch.id <p><em>Supervisi sebagai tindakan moral mempunyai implikasi yang besar terhadap pembinaan moral kerja. Pengawas, Kepala Madrasah dan Pendidik/Guru yang merupakan tiga komponen terpenting dalam pendidikan harus bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Masih lemahnya pola hubungan kerja ketiga pihak tersebut melalui pembinaan dan pengawasan mengindikasikan bahwa mereka masih bekerja dengan ego sektoral. Pengawas misalnya, kerapkali melaksanakan tugas sekedar memenuhi persyaratan administrative tanpa terkait langsung dengan tugas guru atau kepala madrasah untuk memberikan bimbingan dan bantuan yang diperlukan. Sementara itu sedikit hanya guru yang meminta bantuan atau bimbingan klinis kepada pengawas. Di lain pihak Kepala madrasah terkesan enggan menjembatani antara pengawas dan guru. Sikap pro aktif dari ketiganya mutlak diperlukan guna mensinergikan peran dan tugas masing–masing sehingga kualitas pendidikan dapat tercapai. </em></p> 2023-01-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Education and Learning Development https://www.journal.manpati2.sch.id/index.php/jeldev/article/view/3 SUMBER NILAI DAN NORMA DI SEKOLAH 2022-11-28T15:46:04+00:00 Arina Hidayah fachrie@manpati2.sch.id <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Current rapid development has become a challenge for the humankind. Humans are required to keep up with developments in the world, but they are also required to firmly hold religious values . Advances in various sectors of life should be combined with religious values, which can be used as facilitator to improve religious life.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Values in the society can grow to be the norms of life, which are stronger and more binding. Those values and norms do not exist by themselves, rather they have their own source of their existences. Mainly ,there are two sources of norms and values, which are religion and individual (human). Religious values are values from God which are revealed thorugh the messengers, and individual values are values which are sourced from the human itself.</em></p> <p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The balance between those two source of values, between religious and individual values, will create a life with religious-ethics values,&nbsp; ready to face the rapid development in modern era. This concept can be used to create a life dreamed of. (baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur)</em></p> 2023-01-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Education and Learning Development https://www.journal.manpati2.sch.id/index.php/jeldev/article/view/4 RELASI MADRASAH DAN NEGARA: ANTARA DISKRIMINASI DAN ISU SEKULARISME 2022-11-29T01:47:28+00:00 Safrudin safrudinfachrie@gmail.com <p><em>The aim of this study is to analyse madrasah and state relation within Indonesia’s national education system. Indonesia is one of the biggest Muslim countries througtout the world that establish two education modes, i.e secular and religious education. Historical evidences experience, that unfortunately Indonesia administration prefered for adopting the general schooling system rather than the Islamic educational system. Relationship between government and Islam in Indonesia was high tension between them. The regulation that implemented in Indonesia really oppressed the Islamic education (madrasah and pesantren). Even though in reformation period, there are accomodating efforts from government to empower madrasah by establishing several regulation.</em></p> 2022-11-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Journal of Education and Learning Development